Makassar, 20 Oktober 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM) menggelar kegiatan Pendampingan Laboratorium Riset Menuju Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dan Standarisasi Sertifikasi Laboratorium Pendidikan pada tanggal 13 hingga 20 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis fakultas untuk mewujudkan laboratorium yang hijau dan berkelanjutan (Green and Sustainable Laboratory) sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendampingan selama delapan hari tersebut menghadirkan MIPA Training Center Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan narasumber utama Prof. Dr. Dikdik Kurnia, M.Sc., Ph.D., Ketua Laboratorium Terpadu FMIPA Unpad Bandung. Pengalaman Unpad dalam mengelola laboratorium terpadu yang terstandar menjadi rujukan penting bagi FMIPA UNM dalam membenahi tata kelola laboratoriumnya.
Mendorong Laboratorium sebagai Sumber Income Generate
Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa pendampingan ini dilaksanakan untuk mendorong peningkatan income generate fakultas. Laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 memiliki pengakuan resmi atas kompetensi pengujian dan kalibrasinya, sehingga hasil ujinya dapat dipercaya oleh industri, instansi pemerintah, maupun masyarakat.


Dengan pengakuan tersebut, laboratorium FMIPA UNM tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktikum dan penelitian. Laboratorium juga dapat dikembangkan menjadi unit layanan pengujian yang profesional dan menjadi sumber pendapatan mandiri bagi fakultas dan universitas.
Selain berbasis laboratorium pengujian, FMIPA UNM juga mengembangkan laboratorium jasa dengan memanfaatkan aset intelektual yang dimiliki fakultas. Keahlian dosen dan peneliti di bidang matematika, statistika, fisika, kimia, biologi, dan komputasi dikemas menjadi layanan konsultasi, analisis data, pelatihan, pengembangan perangkat lunak, hingga hilirisasi produk riset. Langkah ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus memperkuat sumber pendapatan fakultas.
Hasilkan 159 Dokumen Mutu dan Rencana Layanan Baru
Pendampingan ini menghasilkan 21 dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP), 48 dokumen Instruksi Kerja, dan 90 formulir pengujian untuk Laboratorium Pengujian. Total 159 dokumen mutu tersebut menjadi fondasi sistem manajemen laboratorium yang dipersyaratkan dalam ISO/IEC 17025:2017.
Selain itu, disepakati bahwa ke depan Laboratorium Pengujian pada Laboratorium Terpadu FMIPA UNM akan membuka layanan pengujian untuk 15 komoditas dengan 45 parameter uji. Sementara itu, Laboratorium Jasa akan menawarkan 51 jenis pelatihan yang dikembangkan dari keahlian dosen dan peneliti FMIPA UNM. Kedua layanan ini diharapkan menjadi motor utama peningkatan income generate fakultas.
Menuju Laboratorium Hijau dan Berkelanjutan
Selain menyasar akreditasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya laboratorium yang ramah lingkungan. Pengelolaan bahan kimia dan limbah yang bertanggung jawab, penghematan sumber daya, serta budaya kerja yang aman menjadi bagian dari kontribusi FMIPA UNM terhadap pencapaian SDGs, khususnya dalam pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta inovasi dan infrastruktur.
Melalui pendampingan ini, FMIPA UNM menargetkan laboratorium riset dan laboratorium pendidikan di lingkungannya semakin siap mengajukan akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Fakultas juga berharap kerja sama dengan MIPA Training Center Unpad dapat berlanjut sehingga FMIPA UNM mampu memiliki laboratorium yang unggul, terstandar, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.


