Program Kemitraan Masyarakat (PKM) FMIPA UNM Digelar Serentak di Beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan

Pelepasan Tim PKM Jurusan Biologi FMIPA oleh Kepala LPM UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf

 

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA) Universitas Negeri Makassar melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat(PKM) yang digelar secara serentak mulai tanggal 19-21 Juli 2019 di beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan, diantaranya Kota Parepare, Kabupaten Bone,  Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Enrekang.

Sebanyak sepuluh tim dari Jurusan Fisika, sepuluh tim dari Jurusan Kimia, dan sebelas tim dari Jurusan Biologi melaksanakan program pengabdiannya di lokasi target masing-masing. Berbagai tema pelatihan yang dilaksanakan tim tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan yang dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil riset terbaru dalam pengembangan kewirausahaan, peningkatan produktivitas pertanian, serta peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran di lingkungan sekolah. Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Pelaksanaan PKM dari Jurusan Fisika FMIPA UNM

 

Beberapa tema pelatihan yang mendorong pengembangan kewirausahaan di masyarakat diantaranya “Pelatihan Fisika Terapan berorientasi Kewirausahaan di Kabupaten Bone” oleh Dr. M. Agus Martawijaya beserta timnya dari dari Jurusan Fisika, dan “Pelatihan Budidaya Jamur di SMKN 1 Enrekang” oleh Prof. Oslan Jumadi, Ph.D. bersama timnya dari Jurusan Biologi.

 

Tim PKM Budidaya Jamur Tiram dari Jurusan Biologi FMIPA UNM

 

Tema pelatihan lainnya dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah, diantaranya “PKM Guru SMK dalam Membuat Media Pembelajaran Interaktif di Desa Talabangi, Kabupaten Pinrang” oleh Dra. Sumiati Side, M.Si., berserta  tim dosen Jurusan Kimia. Pembukaan PKM Jurusan Kimia di Kabupaten Pinrang secara khusus dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar, Dr. rer. Nat. Muharram, M.Si.

Tim PKM Jurusan Kimia bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar

 

Pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya melalui pemanfaatan laboratorium, juga dilaksanakan di Kabupaten Enrekang, yakni “Pelatihan Managemen Laboratorium IBM Kelompok Guru IPA”, yang diikuti oleh guru dan laboran tingkat SMP se-Kabupaten Enrekang. Salah satu tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para guru dan laboran untuk mengelola laboratorium dengan baik, sehingga dapat mendorong peningkatan keterampilan proses sains siswa melalui kegiatan praktikum di sekolah. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Dr. Andi Asmawati Azis, M.Si. bersama timnya dari Jurusan Biologi. Selain itu, pelaksanaan pelatihan laboratorium ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa Biologi sebagai bentuk pembinaan terhadap mahasiswa.

 

Tim PKM Pelatihan Managemen Laboratorium di Kabupaten Enrekang

 

Pelaksanaan PKM ini disambut baik oleh para peserta di masing-masing daerah target, termasuk di Kabupaten Enrekang. Kepala SMPN 1 Enrekang, Darmiati Siampa, M.Pd., mengungkapkan respon positif atas kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh sebelas Tim PKM Jurusan Biologi. Hal ini dikarenakan materi PKM yang dilaksanakan dinilai sesuai dengan kaerifan lokal Kabupaten Enrekang, sehingga materinya dapat diadopsi untuk pengembangan kurikulum lokal, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan harapannya agar dapat menjalin kerja sama yang baik dengan jurusan biologi UNM, “Mudah mudahan kerja sama ini bisa dilanjutkan kedepannya, kami berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu di Kabupaten Enrekang.”

 

Suasana Pembukaan PKM Jurusan Biologi di Kabupaten Enrekang

 

Menanggapi respon positif dari kelompok guru target pelatihan, Dr. Andi Asmawati Azis, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Pengembangan dan Kerjasama FMIPA UNM menegaskan pentingnya penyebarluasan ilmu yang diperoleh dari program pelatihan yang telah dilakukan. “Apapun yang kami sajikan melalui pelatihan ini, harapannya tidak hanya untuk didengar, tetapi terus dikembangkan dan disebarluaskan ke masyarakat. Perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk membina masyarakat. Karena itu, pelatihan ini diberikan kepada guru-guru yang diharapkan dapat segera menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada para siswa, rekan guru di lingkungan sekolah, dan juga kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.”

(Kontributor: acitrapratiwi, dkk.)