Makassar — Perhelatan Olimpiade Nasional MIPA Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (ONMIPA AMLI) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung sukses di bawah pelaksanaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). Rangkaian kompetisi yang dimulai pada 12 September 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi anggota AMLI dalam ajang pengembangan prestasi, penalaran, dan kompetensi sains di tingkat nasional.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Berprestasi, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Maju”, ONMIPA AMLI 2026 menghadirkan kompetisi pada empat bidang keilmuan strategis, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Melalui rangkaian seleksi hingga babak final, para peserta ditantang untuk menunjukkan ketajaman analisis, kemampuan berpikir kritis, ketelitian, serta daya juang dalam menyelesaikan berbagai persoalan keilmuan.
Pelaksanaan ONMIPA AMLI 2026 juga menunjukkan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi kolaborasi dan kompetisi akademik. Pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan sistem pengawasan memungkinkan pelaksanaan kompetisi berlangsung secara terintegrasi, sehingga mahasiswa dari berbagai daerah dapat berpartisipasi dalam satu panggung akademik nasional.

Ketua Panitia ONMIPA AMLI 2026, Muhammad Ammar Naufal, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus AMLI Pusat atas kepercayaan dan bimbingannya, kepada Bapak Dekan FMIPA UNM atas arahan dan dukungan penuhnya, kepada Dewan Juri atas dedikasi akademiknya, serta kepada seluruh rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan ini.”
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh mahasiswa peserta dan finalis yang telah berjuang hingga tahap akhir.
“Kepada adik-adik mahasiswa, kalian semua adalah pemenang! Kalian telah menunjukkan kecakapan nalar, daya juang, dan integritas tinggi sebagai talenta muda sains kebanggaan bangsa.”
Sementara itu, Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D., secara resmi menutup rangkaian ONMIPA AMLI 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada AMLI, khususnya Ketua AMLI, Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si., atas dukungan dan kepercayaan kepada FMIPA UNM sebagai pelaksana kegiatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada para Dekan dan Wakil Dekan dari perguruan tinggi anggota AMLI yang telah mendukung partisipasi mahasiswa dalam ajang tersebut. Menurutnya, keberhasilan ONMIPA AMLI 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pengembangan talenta muda di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Prof. Suwardi Annas juga memberikan penghargaan kepada Dewan Juri yang telah bekerja keras dalam menilai kemampuan peserta dengan menjunjung tinggi objektivitas, integritas, dan standar akademik. Demikian pula kepada seluruh panitia yang telah menunjukkan dedikasi tanpa lelah sejak tahap persiapan hingga rangkaian kegiatan berakhir.


Kepada para mahasiswa finalis, Prof. Suwardi Annas menyampaikan pesan agar capaian yang diperoleh menjadi pijakan untuk terus berkembang.
“Kalian semua yang telah berjuang dan menyelesaikan final adalah putra-putri terbaik bangsa. Tetaplah rendah hati atas capaian ini. Pengalaman hari ini adalah bekal berharga untuk kemajuan Indonesia.”
Setelah rangkaian sambutan dan penutupan, acara dilanjutkan dengan pengumuman peraih medali ONMIPA AMLI 2026. Pengumuman tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan setelah para finalis melalui rangkaian kompetisi yang menuntut kemampuan akademik, ketekunan, dan daya juang.
Penutupan ONMIPA AMLI 2026 tidak sekadar menandai berakhirnya sebuah kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antarmahasiswa, perguruan tinggi, dan insan akademik untuk membangun ekosistem keilmuan yang kompetitif sekaligus kolaboratif. Dari empat bidang keilmuan—Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi—lahir semangat yang sama: menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk memberi dampak bagi bangsa.
ONMIPA AMLI 2026 boleh berakhir di panggung final, tetapi perjalanan para talenta muda sains Indonesia baru saja dimulai. Medali mungkin menjadi tanda pencapaian hari ini, namun nalar, integritas, kolaborasi, dan keberanian untuk terus belajar adalah bekal yang akan membawa mereka melangkah lebih jauh. Dari ruang-ruang kompetisi hari ini, semoga tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas menjawab persoalan, tetapi juga berani menciptakan solusi dan menghadirkan perubahan bagi Indonesia.

