15 Jurnal FMIPA UNM Didorong Naik Kelas: Prof. Suwardi Annas, Ph.D., Canangkan Roadmap Menuju Akreditasi Nasional Bereputasi hingga Internasional

MAKASSAR — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah melalui Workshop dan Coaching Clinic Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis Open Journal Systems (OJS) Menuju Akreditasi Nasional Bereputasi.

Kegiatan yang diikuti para pengelola jurnal di lingkungan FMIPA ini dibuka oleh Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. Dalam arahannya, Prof. Suwardi menegaskan bahwa pengelolaan jurnal harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“Buat matriks yang memperlihatkan timeline pengelolaan jurnal agar target bereputasi nasional bisa kita capai seluruhnya,” tegas Prof. Suwardi.

Menurutnya, FMIPA memiliki 15 jurnal yang harus didorong bersama untuk mencapai standar akreditasi nasional. Karena itu, setiap pengelola jurnal perlu memiliki peta jalan yang jelas, mulai dari pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas artikel, penguatan proses peer review, hingga optimalisasi pengelolaan berbasis OJS.

Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph. D. juga membuka peluang agar capaian jurnal FMIPA tidak berhenti pada tingkat nasional. “Insya Allah bisa mencapai target dan sebisa mungkin dapat mencapai akreditasi internasional,” ujarnya optimistis.

Untuk memperkuat pemahaman teknis para pengelola jurnal, kegiatan dilanjutkan dengan coaching clinic yang menghadirkan Dr. Ir. Ramlan Mahmud, M.Pd. sebagai narasumber. Sesi berlangsung interaktif. Para pengelola jurnal tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga diajak membedah dan memetakan persoalan jurnal masing-masing secara langsung.

Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari manajemen OJS, standar dan alur peer review, tugas editor dan reviewer, kualitas naskah, konsistensi penerbitan, hingga kesiapan jurnal menghadapi proses akreditasi.

Diskusi berlangsung dinamis karena peserta dapat membawa persoalan yang mereka hadapi dalam pengelolaan jurnal untuk kemudian dibahas dan dicarikan solusi bersama. Dengan pola ini, coaching clinic menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan langkah konkret bagi masing-masing jurnal.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UNM mendorong agar 15 jurnal tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak dalam satu ekosistem peningkatan mutu. Target tersebut akan diperkuat melalui penyusunan matriks timeline, sehingga setiap jurnal memiliki tahapan kerja, target, dan evaluasi yang jelas.

Semangat yang dibangun bukan hanya mengejar status akreditasi, tetapi menciptakan budaya publikasi ilmiah yang konsisten dan berkualitas. “Jangan berhenti berkarya, insya Allah Tuhan akan merestui,” pesan Prof. Suwardi.

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus penyemangat bagi para pengelola jurnal untuk terus berbenah, berkarya, dan membawa jurnal FMIPA UNM menuju akreditasi nasional bereputasi, bahkan membuka peluang menuju reputasi internasional.

Translate »